KRITIK SASTRA NOVEL "Harry Potter dan Batu Bertuah"
dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
Nama: Novi Dian Safitri
Kelas: XII - IPA 9
No. absen: 27
KRITIK SASTRA NOVEL
“Harry Potter dan Batu Bertuah”
Oleh:
Novi Dian Safitri
Banyak novel
didasarkan pada imajinasi penulis, kreativitas, atau kisah nyata penulis
sendiri. Salah satu novel yang didasarkan imajinasi penulis adalah Harry Potter
dan Batu Bertuah. Novel Harry Potter adalah seri dari 7 novel fantasi yang
ditulis oleh orang Inggris. Novel ini berdasarkan imajinasi penulis Joan
Kathleen Rowling atau yang dikenal sebagai J.K. Rowling. Dia adalah
satu-satunya perempuan yang mampu mencapai tiga besar dalam daftar buku
terlaris New York Times dari tiga buku novel Harry Potter.
Ide
untuk Harry Potter pertama kali muncul di benaknya pada tahun 1990 ketika
Rowling berada di kereta api dari Manchester ke London. Rowling, yang saat itu
seorang single parent, berinisiatif
menulis karena terinspirasi setelah mengalami kerasnya hidup. Novel pertama
Harry Potter yaitu Harry Potter dan Batu Bertuah, diterbitkan pada tahun 1995.
Dan kemudian dilanjutkan seri berikutnya sampai buku ke tujuh. Kemudian dari 1
hingga 7 seri novel Harry Potter ini dijadikan film yang berlangsung dari tahun
2001 hingga tahun 2011 selama 10 tahun. Serial ini sendiri memenangkan
penghargaan dan menjadi salah satu sekuel terbaik di dunia.
Buku
ini menceritakan kisah Harry Potter, seorang yatim piatu yang tinggal bersama
Paman Vernon, Bibi Petunia, dan Dudley Dursley. Selama hidupnya Harry tidak
diperlakukan baik oleh mereka bertiga. Pada ulang tahun Harry yang ke-11,
seorang raksasa bernama Hagrid datang kepadanya dan memberitahunya bahwa Harry
adalah seorang penyihir dan telah diterima di Sekolah Sihir Hogwarts. Dia juga
menjelaskan kepada Harry bahwa orang tuanya adalah penyihir yang dibunuh oleh
penyihir jahat bernama Voldemort, dan bahwa luka di dahi Harry adalah perbuatan
Voldemort. Di Hogwarts, tempat semua siswa berkumpul, Harry berada di asrama
Gryffindor bersama dengan dua sahabat barunya, Ron dan Hermione.
Harry
juga memiliki musuh bernama Draco Malfoy dari asrama Slytherin. Singkatnya,
Harry mengetahui bahwa suatu hari di Hogwarts, ada seseorang yang ingin mencoba
mencuri Batu Bertuah. Batu itu dapat mengubah logam menjadi emas dan selain itu
pemiliknya dapat hidup selamanya. Harry, Ron, dan Hermione khawatir ketika
mereka mengetahui bahwa Voldemort akan mencuri batu itu lewat seorang guru yang
ia inangi di kepalanya. Pada akhirnya, Harry melawan Voldemort sampai dia
pingsan. Dia terbangun di rumah sakit dan melihat bahwa Dumbledore, Sang kepala
sekolah telah menyelamatkannya. Batu itu hancur dan Voldemort berhasil
melarikan diri.
Menurut
Rowling, tema serial ini adalah kematian. Ada hal lain, seperti persahabatan,
pengkhianatan, dan korupsi. Tema yang berbeda ini juga menarik pembaca. Ide-ide
novel ini menggambarkan tahun-tahun awal kehidupan Harry Potter, Rowling
menggambarkan bagaimana Harry Potter, dari keluarga sederhana yang akhirnya
mampu meningkatkan taraf hidupnya dan menjadi penyelamat kebanggaan Hogwarts.
Novel
ini berkisah tentang masalah supranatural, kritik sosial, dan persahabatan yang
dihadapi Harry Potter sebagai protagonis cerita. Novel ini juga memiliki banyak
pesan atau amanat yang bisa diambil. Seperti halnya persahabatan Harry Potter
dengan teman-temannya, Ronald Weasley dan Hermione Granger, pembaca dapat
meniru sifat mereka. Di dalamnya juga terdapat pesan-pesan persahabatan dan
solidaritas yang dituangkan dalam cerita fantasi, sehingga terlihat menarik.
Persahabatan mereka menarik pembaca dari sifat dan keberanian heroik merkeka,
mengubah mereka menjadi panutan. Mereka selalu bekerja sama dan melakukan
hal-hal yang tidak bisa dilakukan siswa lain.
Cerita
yang disajikan dalam novel ini dianggap tidak rasional, namun asyik untuk
dibaca sehingga pembaca tidak berhenti mengikuti jalan cerita. Alur novel ini
menarik, tidak membosankan dan membuat pembacanya terjun ke dunia fantasi.
Bagain dari daya tarik novel ini kepada penonton adalah kepiawan Rowling dalam
mengelola jalan cerita yang selalu mengejutkan pembaca. Penggemar atau pecinta
Harry Potter yang merasa mengenal karakter-karakter dalam serial tersebut akan
tetap dibuat takjub dengan kejutan-kejutan di setiap bukunya.
Gaya
bahasa dalam novel ini mudah dimengerti, tetapi terdapat beberapa kata yang
tidak penting. Rowling menggunakan bahasa yang komplek untuk mengubah novel ini
menjadi novel fantasi. Memaksa pembaca untuk berusaha keras memahami
istilah-istilah baru yang setidaknya semua orang tahu. Seperti makna
mantra-mantra magis dalan novel ini. Sebutan muggle untuk kelompok yang tidak
mengenal sihir. Atau Horcrux yang merupakan benda yang digunakan oleh Voldemort
untuk menyimpan cabikan jiwanya agar ia dapat memiliki hidup abadi. Dan masih
banyak lagi istilah fiksi yang dibuat oleh Rowling.
Novel
ini merupakan cikal bakal novel fiksi saat itu karena jumlah novel pada saat
itu tidak banyak, seperti Rowling yang berulang kali ditolak oleh penerbit,
menemukan jalannya menuju kesuksesan. Novel yang ditulis J.K. Rowling ini
memiliki cerita yang sangat menarik dan plot fantasi yang unik. Anda harus
membaca dan mengoleksi buku-buku dari seri Harry Potter. Dengan seri Harry
Potter ini Rowling mengeksposkan ke dunia bentuk kapitalisme yang didukung oleh
kelas penguasa.
Kritik Sastra Novel "Harry Potter dan Batu Bertuah" ini sangat bagus! Isi yang disampaikan jelas dan mudah dimengerti, sinopsis pendek yang diberikan menambah detail untuk yang belum pernah membaca novelnya.
BalasHapusBagusssss, bahasanya mudah dipahami dan membuat pembaca menarik untuk membacanya.
BalasHapuskritiknya cukup rinci dan menyeluruh, bagus
BalasHapuskritiknya mudah dipahami, keren!!
BalasHapusTeks kritik sastra yang dibuat sudah sesuai struktur dan kaidah kebahasaan, pembahasan yang dipaparkan pun menarik.
BalasHapusKritik sudah sesuai struktur dan kaidah kebahasaan. Sinopsis mudah dimengerti dan jelas menjadi tambahan yang menarik
BalasHapusTeks kritik sastra yang membahas tentang novel tersebut sudah ditulis dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan dengan baik.
BalasHapusTeks kritik sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan dan struktur yang benar.
BalasHapusBagus sekali! Sudah sesuai aturan teks essay dan kritik, kebahasaan dan penggunaan tanda baca dan juga yang lainnya sudah bagus dan mudah dimengerti teksnya ๐๐
BalasHapus